Pengertian Belanja dan Sedikit Sejarah Zaman Dulu

Pengertian Belanja dan Sedikit Sejarah Zaman Dulu

Pengertian Belanja dan Sedikit Sejarah Zaman Dulu – Belanja adalah aktivitas di mana pelanggan menelusuri barang atau jasa yang tersedia yang disajikan oleh satu atau lebih pengecer dengan niat potensial untuk membeli pilihan yang sesuai dari mereka. Sebuah tipologi jenis pembelanja telah dikembangkan oleh para sarjana yang mengidentifikasi satu kelompok pembeli sebagai pembeli rekreasi, yaitu orang yang menikmati belanja dan melihatnya sebagai luang kegiatan.

Pengertian Belanja dan Sedikit Sejarah Zaman Dulu

Belanja online telah menjadi pengganggu utama dalam industri ritel karena konsumen sekarang dapat mencari informasi produk dan memesan produk di berbagai wilayah. Pengecer online mengirimkan produk mereka langsung ke rumah konsumen, kantor atau di mana pun mereka inginkan. sbowin

Proses B2C (Business to Consumer) telah memudahkan konsumen untuk memilih produk apa pun secara online dari situs web pengecer dan mengirimkannya dengan relatif cepat. Dengan menggunakan metode belanja online, konsumen tidak perlu menghabiskan energi dengan mengunjungi toko fisik secara fisik.

Dengan cara ini mereka menghemat waktu dan biaya perjalanan. Sebuah pengecer atau toko adalah bisnis yang menyajikan pilihan barang dan menawarkan untuk perdagangan atau menjualnya kepada pelanggan untuk uang atau barang lainnya.

Pengalaman berbelanja pembeli dapat bervariasi. Mereka didasarkan pada berbagai faktor termasuk bagaimana pelanggan diperlakukan, kenyamanan, jenis barang yang dibeli, dan suasana hati.

Menurut laporan tahun 2000, di Negara Bagian New York, wanita membeli 80% dari semua barang konsumsi.

Belanja di Zaman Dahulu

Di zaman kuno, pasar dan pameran didirikan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa. Orang-orang akan berbelanja barang di pasar reguler di kota-kota terdekat. Namun, sifat kios dan pemilik kios yang bersifat sementara membuat konsumen perlu melakukan pemeriksaan barang secara cermat sebelum membeli. Di Yunani kuno, agora berfungsi sebagai pasar tempat para pedagang menyimpan kios atau toko untuk menjual barang-barang mereka.

Roma kuno menggunakan pasar serupa yang dikenal sebagai forum. Roma memiliki dua forum; yang Forum Romanum dan Trajan Forum. Pasar Trajan di forum Trajan, dibangun sekitar tahun 100-110M, merupakan hamparan yang luas, terdiri dari beberapa bangunan dengan taberna yang berfungsi sebagai toko ritel, terletak di empat tingkat.

Forum Romawi bisa dibilang merupakan contoh paling awal dari toko ritel permanen. Di dunia Romawi, pasar sentral terutama melayani kaum tani lokal. Mereka yang tinggal di perkebunan-perkebunan besar cukup menarik bagi para pedagang untuk datang langsung ke gerbang pertanian mereka, meniadakan kebutuhan mereka untuk menghadiri pasar-pasar lokal.

Daftar belanja diketahui telah digunakan oleh orang Romawi. Salah satu daftar tersebut ditemukan di dekat tembok Hadrian yang berasal dari tahun 75–125 M dan ditulis untuk seorang prajurit.

Abad Pertengahan

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa Inggris terlibat dalam belanja minimal di awal Abad Pertengahan. Sebaliknya, mereka menyediakan kebutuhan dasar mereka melalui praktik pertanian subsisten dan sistem pertukaran pribadi lokal. Namun, pada akhir Abad Pertengahan, konsumen beralih ke pasar untuk membeli produk segar, daging dan ikan dan pameran berkala di mana barang-barang yang tidak mudah rusak dan barang mewah dapat diperoleh.

Wanita bertanggung jawab atas pembelian rumah tangga sehari-hari, tetapi sebagian besar pembelian mereka bersifat duniawi. Untuk bagian utama, berbelanja dipandang sebagai tugas daripada kesenangan.

Relatif sedikit toko permanen yang dapat ditemukan di luar kota-kota terpadat. Sebaliknya pelanggan masuk ke bengkel pedagang di mana mereka mendiskusikan opsi pembelian langsung dengan pedagang. Penjual keliling seperti penjual kos, pedagang asongan dan penjual keliling beroperasi di sepanjang pasar, memberikan kenyamanan pengiriman rumah ke rumah tangga, dan terutama ke komunitas yang terisolasi secara geografis.

Di kota-kota Eropa yang lebih padat penduduknya, sejumlah kecil toko mulai bermunculan pada abad ke-13. Pengecer spesialis seperti mercers dan haberdashers diketahui ada di London, sementara pedagang grosir menjual “barang-barang kecil lain-lain serta rempah-rempah dan obat-obatan.” Namun, toko-toko ini primitif. Sampai akhir abad ke-16, toko-toko di London digambarkan sebagai sedikit lebih dari “stan kasar.”

Pengalaman pembelanja Abad Pertengahan sangat berbeda dari pembelanja kontemporer. Interior gelap dan pembeli memiliki kesempatan yang relatif sedikit untuk memeriksa barang dagangan sebelum dikonsumsi. Jendela kaca di lingkungan ritel, hampir tidak dikenal selama periode abad pertengahan.

Barang jarang dipajang; sebaliknya pengecer menyimpan barang dagangan di bagian belakang toko dan hanya akan mengeluarkan barang berdasarkan permintaan. Konter layanan hampir tidak dikenal dan sebagai gantinya, banyak toko memiliki bukaan di jalan tempat mereka melayani pelanggan.

Pengertian Belanja dan Sedikit Sejarah Zaman Dulu

Di Inggris, sikap abad pertengahan terhadap ritel dan belanja adalah negatif. Pengecer tidak lebih baik dari pedagang asongan, karena mereka hanya menjual kembali barang, dengan membeli lebih murah dan menjual lebih mahal, tanpa menambah nilai rekening nasional.

Selain itu, ada kekhawatiran tentang kepentingan pengecer dan beberapa praktik mereka yang lebih tidak etis. Sikap membelanjakan barang-barang mewah juga menarik kritik, karena melibatkan impor barang-barang yang tidak banyak merangsang neraca nasional, dan mengganggu pertumbuhan pabrikan lokal yang layak.